Adapun para Adipati yang didatangi dan ditaklukkan supaya bersedia memeluk agama Islam di daerah Pariyangan diantaranya:
1. Dipati Kaluntungbentar
2. Dipati Endralaya
3. Dipati Batulaya
4. Dipati Timbangaten
5. Dipati Ukur
6. Dipati Cibalunggung
Semua Adipati dan pengikutnya bersedia patuh untuk diislamkan: Takut dan cinta kepada Adipati Pasirluhur.
Di Kadipaten Cibalunggung, Sang Adipati Banyak Belanak dan Pangeran Makdum Wali diceritakan agak lama mereka menetap. Pada waktu itu ada utusan dari Banten yang mengantarkan suat kepada Sang Adipati Banyak Belanak. Isi surat tersebut agar perjalanan Raden Banyak Belanak dalam mengislamkan daerah Pariyangan sampai di sebelah timur sungai Citarum saja. Adapun di sebelah barat Citarum menjadi tanggung jawabnya Sultan Banten. Semua sudah memeluk agama Islam.
Berhahagia rasanya hati Raden Banyak Belanak, kemudian utusan dari Banten langsung kembali untuk melaporkan kepada Sultan Banten.
Adipati Pasirluhur berembug denga Pangeran Makdum Wali akan melaporkan kepada Kanjeng Sultan Demak.
Utusan Sang Adipati Pasirluhur berangkat ke Demak membawa dua surat. Satu dari Adipati Pasirluhur pribadi dan yang satunya lagi surat dari Sultan Banten. Perjalanan utusan tidak diceritakan di perjalanannya sudah sampai di Kesultanan Demak. Surat tersebut disampaikan Kepada Sultan Demak. Kanjeng Sultan Demak sangat berbahagia hati sesudah memahami isi surat tersebut.
Surat Sang Adipati Pasirluhur dibalas; supaya membuat batas tiang (udug-udug) dan sesudah itu Sang Adipati diundang agar hadir di Kesultanan Demak.
Bersambung.... DIPATI PASIRLUHUR HADIR DI KESULTANAN DEMAK

Tidak ada komentar: